Iklan

header-topsumbar-com

Iklan

Momon Rusmono: Kompetensi Penyuluh Masih Rendah

12/17/21, 08:07 WIB Last Updated 2021-12-17T03:49:43Z
pesona-indonesia


Topsumbar.com | Nasional - Dosen Polbangtan (Politeknik Pembangunan Pertanian) Bogor Dr. Ir. Momon Rusmono, MS mengatakan "kompetensi penyuluh masih rendah", hal itu dikatakannya pada webinar penyuluhan di Bogor pada Kamis (16/12/2021).


Webinar Penyuluhan dengan tema "Peran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam Mendukung Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian" ini diadakan oleh BPPSDMP (Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian) menghadirkan tiga orang narasumber dengan Ir. Bustanul Arifin Caya, M.D.M selaku Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian sebagai moderator.


"Sapta Usaha Tani tidak akan berfungsi jika tak didukung dengan penyuluh yang hebat" demikian sambutan Kepala BPPSDMP Prof. Dr. Dedi Nursyamsi, M.Agr diawal webinar.


Sebagai pembicara utama, Momon Rusmono menyoroti rendahnya kompetensi penyuluh disebabkan oleh belum optimalnya pembinaan karier, terbatasnya diklat, belum optimalnya sertifikasi, belum ada peningkatan jenjang pendidikan, sera belum optimalnya kemampuan literasi.


Bahkan disinyalir Programa Penyuluhan disusun hanya untuk memenuhi tuntutan profesi, demikian lanjut pemerhati penyuluhan yang sudah malang melintang di birokrasi ini, terakhir pernah menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Pertanian RI.


"Programa penyuluhan pertanian sebaiknya jangan hanya berorientasi output, tetapi harus menghasilkan outcome" lanjut Momon Rusmono.


Terakhir Momon Rusmono dalam webinar ini juga menyoroti UU Nomor 16 Tahun 2006 tentang Sistem Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan yang tak relevan lagi pasca lahirnya UU Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.


Webinar penyuluhan yang juga ditayangkan melalui saluran youtube ini juga menghadirkan narasumber Sandi Okta Susila seorang petani millenial dan Evrina Budi Astuti seorang penyuluh pertanian yang juga merupakan blogger.


(Gun)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Momon Rusmono: Kompetensi Penyuluh Masih Rendah

Terkini

Iklan