Iklan

header-topsumbar-com

Iklan

Bundo Kanduang Dharmasraya Kirim Satu Ton Rendang untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

12/08/21, 07:30 WIB Last Updated 2021-12-10T17:08:06Z
pesona-indonesia


Topsumbar.co. | Nasional - Masyarakat Dharmasraya provinsi Sumatera Barat turut berdukacita atas terjadinya bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Bentuk kepeduliannya, ibu-ibu Bundo Kanduang di Kabupaten Dharmasraya langsung menyiapkan masakan rendang sebanyak satu ton dan dikirim sebagai bantuan untuk para korban terdampak bencana erupsi Gunung Semeru.


Kegiatan marandang satu ton daging sapi tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Dharmasraya Sutan Riska. Ia menyebutkan, untuk menyiapkan satu ton rendang itu, seluruh aparatur sipil negara (ASN), Dharmawanita Persatuan, dan TP PKK se-Kabupaten Dharmasraya juga mulai dikerahkan untuk memasak rendang secara massal.


Bupati Dharmasraya Sutan Riska mengatakan masak rendang secara massal dilakukan di halaman IKM Centra Logam Kabupaten Dharmasraya. Satu ton rendang yang dikirim sebagai pesan bahwa warga Lumajang tidak sendiri menghadapi musibah ini. Meski warga Dharmasraya tidak hadir secara langsung membantu warga Lumajang, setidaknya kehadiran satu ton rendang sedikit dapat meringankan beban warga di sana. 


Sekretaris Daerah Kabupaten Dharmasraya Adlisman menjelaskan, pihaknya mewajibkan seluruh OPD memasak minimal 30 kilogram daging sapi segar, dimasak kering, dan dikemas secara rapi masing-masing seberat 250 gram. Dengan demikian, ada empat ribu paket rendang siap santap yang dikirim ke lokasi-lokasi pengungsian warga terdampak erupsi.


Seperti diketahui, data terkini Pos Komando (Posko) Tanggap Darurat Bencana Dampak Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru pada Selasa (7/12), pukul 12.00 WIB, jumlah warga mengungsi mengalami peningkatan menjadi 3.697 jiwa. Warga yang mengungsi ini sebagian besar berada di wilayah Kabupaten Lumajang, sedangkan di Kabupaten Malang hanya terdapat 24 jiwa.


Sebaran titik pengungsian di Kabupaten Lumajang berada di Kecamatan Pronojiwo dengan sembilan titik berjumlah 382 jiwa, Kecamatan Candipuro enam titik 1.136 jiwa, Kecamatan Pasirian empat titik 563 jiwa, Kecamatan Lumajang 188 jiwa, Kecamatan Tempeh 290 jiwa, Kecamatan Sumberseko 67 jiwa, Kecamatan Sukodono 45 jiwa,


"Data korban jiwa tercatat warga luka-luka 56 jiwa, hilang 17 jiwa dan meninggal dunia 34 jiwa, sedangkan jumlah populasi terdampak sebanyak 5.205 jiwa. Terkait dengan jumlah warga yang dinyatakan hilang dan luka, posko masih melakukan pemutakhiran data dan validasi," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari seperti dilansir dari berbagai laman media online.


Selain dampak korban jiwa, erupsi mengakibatkan 2.970 unit rumah terdampak. Pihak pemerintah daerah masih melakukan pemutakhiran jumlah rumah terdampak maupun tingkat kerusakan. Bangunan terdampak lainnya berupa fasilitas pendidikan 38 unit dan jembatan terputus (Gladak Perak) satu unit.


Hari keempat pascaerupsi, Presiden Joko Widodo meninjau lokasi terdampak yang berada di Kabupaten Lumajang. Presiden tiba di Lapangan Desa Sumberwuluh, Kabupaten Lumajang, pukul 10.21 WIB. Presiden Jokowi bertemu para penyintas, melihat dapur umum dan meninjau pos Kesehatan serta menyerahkan santunan kepada para ahli waris korban meninggal akibat erupsi. (Yanti)

#Randang  #Semeru  #Dharmasraya

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Bundo Kanduang Dharmasraya Kirim Satu Ton Rendang untuk Korban Bencana Erupsi Gunung Semeru

Terkini

Iklan