Iklan

header-topsumbar-com

Iklan

Pasaman Barat Kembali Raih Peringkat 1 Penilaian Kinerja Konvergensi Intervensi dan Penurunan Stunting

1/05/21, 02:13 WIB Last Updated 2021-01-04T19:13:07Z
pesona-indonesia


topsumbar.com │ Kabupaten Pasaman Barat  
- Kabupaten Pasaman Barat kembali meraih peringkat pertama terkait penilaian kinerja kabupaten/kota dalam pelaksanaan Aksi Konvergensi Intervensi Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi tahun 2020.

Dalam dua tahun terakhir penilaian Kabupaten Pasaman Barat tetap bertahan di rangking 1 atas penilaian keseluruhan bagi Kabupaten Pasaman Barat, ini merupakan penilaian kinerja ke 2 (dua), setelah tahun lalu juga dilaksanakan penilaian kinerja untuk pelaksanaan aksi di tahun 2019.

Apresiasi kinerja penanganan stunting ini adalah berdasarkan Surat Menteri Dalam Negeri No. 440/3135/BANGDA tanggal 10 Agustus 2020 perihal pelaksanaan penilaian kinerja kabupaten/kota dalam upaya pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi tahun 2020.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat telah melaksanakan penilaian kinerja aksi konvergensi intervensi penurunan Stunting Terintegrasi Provinsi tahun 2020 oleh Tim Penilai tingkat provinsi pada tanggal 05-10 November 2020 lalu.

Dari hasil penilaian kinerja tersebut Kabupaten Pasaman Barat berhasil meraih rangking 1 untuk lokus tahun 2018 – 2020. Kemudian juga memperoleh penilaian khusus dengan kategori penilaian yakni ‘Kabupaten Inspiratif dan Replikatif’.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pasaman Barat Jon Hendri didampingi Kepala Bidang Sosial dan Budaya Sasmita Siregar, menjelaskan bahwa penilaian kinerja pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan stunting dilaksanakan secara berjenjang.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalukan penilaian kinerja tahun 2020 pada tanggal 05-10 November lalu. “Ini adalah PK yang kedua, setelah tahun lalu juga dilaksanakan PK untuk pelaksanaan aksi tahun 2019.

Alhamdulillah, Kabupaten Pasaman Barat mendapatkan rangking 1 selama 2 tahun berturut-turut,” sebut Jon Hendri.

Selain itu, Jon Hendri menambahkan, bahwa pada tanggal 26-28 November lalu Kabupaten Pasaman Barat juga diberi kepercayaan untuk berbagi praktik dalam pelaksanaan aksi konvergensi pencegahan stunting dengan semua kabupaten/kota lokus di wilayah regional 1 pada workshop Penguatan Kelembagaan yang dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri di Kota Batam.

“Tentunya, ini semua bisa kita dapatkan berkat kerja sama yang baik dari semua OPD yang tergabung dalam Tim Koordinasi Pencegahan Stunting Kabupaten Pasaman Barat.

Semoga semangat dan kerja sama semua pihak mulai dari tingkat nagari hingga kabupaten dapat terus dijaga dan ditingkatkan, sehingga aksi yang dilakukan untuk pencegahan stunting dapat membuahkan hasil, yakni turunnya prevalensi stunting secara signifkan dari waktu ke waktu,” sebutnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pasaman Barat Jon Hardi, mengatakan, mengungkapkan selamat kepada Bappeda Pasaman Barat dan OPD yang tergabung dalam tim koordinasi pencegahan stunting di Pasaman Barat atas prestasi penilaian pelaksanaan aksi Konvergensi Intervensi Pencegahan Stunting Terintegrasi tahun 2020.

“Ke depan tim koordinasi semakin bersemangat untuk berkontribusi dalam hal ini. Bekerja sesuai tupoksi masing-masing, bekerja sama lebih baik lagi dalam penanganan stunting, sehingga ke depan target prevalensi stunting <14 persen dapat tercapai di Pasaman Barat,” harapnya.(SR)

Komentar
Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE. #JernihBerkomentar
  • Pasaman Barat Kembali Raih Peringkat 1 Penilaian Kinerja Konvergensi Intervensi dan Penurunan Stunting

Terkini

Iklan